Aku
berjibaku melawan ketidak mampuanku, musuh yang datang bagai hantu
menikamku sampai aku ter teguk lesu, tumbag di atas kasur yang suram.
Musuh abadiku adalah kebodohan yang meng akar di dalalam nalar, musuh
terberatku saat ini adalah rasa malas yang mampu mengubah tatanan
hidupku makin tak jelas, musuhku juga musuh rakyat bangsaku adalah keimiskinan yang tak bisa di elak kan olehku dan rakyat bangsku.
Aku tau hidupku terpenjara dalam ketenangan tanpa pemberontakan, hingga
pandangan hidupku ke depan terlihat bias tanpa noda ataupun warna.
Terkadang saat aku tenggelam dalam kenyamanan, perutku terganjal oleh
pedih dan perih, aku mencoba menahanya dengan membaca bacaan dari buku
yang tak punya malu sering menghampiriku di setiap waktu.
Aku adalah
malik, salah satu mahasiswa dari desa yang kurang maju, walau aku
trlihat dungu tapi aku punya keinginan untuk maju. Kehidupan se
hari-hariku sering ku anggap sebagai benalu yang menghisap darah orang
tuaku, mimpi-mimpiku melambung dan terbang terlalu tinggi hingga di atas
pemikiran kebanyakan orang desa. Akan tetapi karna mimpi tadi itulah,
aku bisa terdampar di salah satu perguruan tinggi negeri yang katanya
baik sekali. Tak pernah aku bayangkan perjalanan pendidikanku sampai ke
salah satu perguruan tinggi negri, karna memang aku adalah orang desa
dan di desku kebanyakan setelah lulus sma langsung bekerja. mimpiku
telah membius otakku, meracuni hatiku dan mengalirkan darah juang tanpa
mengulurkan pedang, mimpiku adalah bagaikan kuda hitam terkuat di dunia,
yang mengantarkan ku pada pintu gerbang kemenangan.
l
Tidak ada komentar:
Posting Komentar