Jumat, 10 Januari 2014

Aku berjibaku melawan ketidak mampuanku, musuh yang datang bagai hantu menikamku sampai aku ter teguk lesu, tumbag di atas kasur yang suram. Musuh abadiku adalah kebodohan yang meng akar di dalalam nalar, musuh terberatku saat ini adalah rasa malas yang mampu mengubah tatanan hidupku makin tak jelas, musuhku juga musuh rakyat bangsaku adalah keimiskinan yang tak bisa di elak kan olehku dan rakyat bangsku.
Aku tau hidupku terpenjara dalam ketenangan tanpa pemberontakan, hingga pandangan hidupku ke depan terlihat bias tanpa noda ataupun warna. Terkadang saat aku tenggelam dalam kenyamanan, perutku terganjal oleh pedih dan perih, aku mencoba menahanya dengan membaca bacaan dari buku yang tak punya malu sering menghampiriku di setiap waktu.
Aku adalah malik, salah satu mahasiswa dari desa yang kurang maju, walau aku trlihat dungu tapi aku punya keinginan untuk maju. Kehidupan se hari-hariku sering ku anggap sebagai benalu yang menghisap darah orang tuaku, mimpi-mimpiku melambung dan terbang terlalu tinggi hingga di atas pemikiran kebanyakan orang desa. Akan tetapi karna mimpi tadi itulah, aku bisa terdampar di salah satu perguruan tinggi negeri yang katanya baik sekali. Tak pernah aku bayangkan perjalanan pendidikanku sampai ke salah satu perguruan tinggi negri, karna memang aku adalah orang desa dan di desku kebanyakan setelah lulus sma langsung bekerja. mimpiku telah membius otakku, meracuni hatiku dan mengalirkan darah juang tanpa mengulurkan pedang, mimpiku adalah bagaikan kuda hitam terkuat di dunia, yang mengantarkan ku pada pintu gerbang kemenangan.
l

Tidak ada komentar:

Posting Komentar