Jumat, 28 Februari 2014



MOTIF SOSIAL
     Motif adalah sesuatu yang ada pada diri individu yang menggerakkan atau membangkitkkan sehingga individu itu berbuat sesuatu. 
  1. Lindgren (1073) berpendapat bahwa : Motif sosial adalah motif yang dipelajari melalui kontak orang lain bahwa lingkungan individu memegang peranan yang penting. 
  2. Berkowitz (1969) Motif sosial adalah motif yang mendaasari aktivitas individu dalam mereaksi terhadap orang lain. 
  3. Max Crimon dan Messick (1976) menyatakan bahwa seseorang dikatakan menunjukkan motif sosial, jika ia dalam membuat pilihan memperhitungkan akibatnya bagi orang lain. 
  4. Heckhausen (1980) berpendapat bahwa motif sosial adalah motif yang menunjukkan bahwa tujuan yang ingin dicapai mempunyai interaksi dengan orang lain.
     Motif timbul karena adanya kebutuhan/need. Kebutuhan (need) dapat dipandang sebagai kekurangan adanya sesuatu, dan ini menuntut segera pemenuhannya, agar segera mendapatkan keseimbangan. Situasi kekurangan ini berfungsi sebagai suatu kekuatan atau dorongan alasan, yang menyebabkan seseorang bertindak untuk memnuhi kebutuhan. 

Kebutuhan (need) ===== Motive ======= Perilaku
1. Makanan                      1. Lapar                1. Makan
2. Oksigen                        2. Sesak nafas      2. bernafas
3. Air                                3. Haus                 3. Minum

      Mc. Clelland (1967) berpendapat bahwa untuk menemukan motif yang mendasari suatu perbuatan, cara yang terbaik ialah dengan menganalisis motif yang ada di dalam fantasi seseorang. Word Wort dan Marquis membedakan motif atas : 
  1. Motif yang bergantung pada keadaan dalam jasmani, misalnya : makan, minum dan sebagainya.
  2. Motif yang tergantung hubungan individu dengan lingkungan : 
  • Emergency motif/ motif darurat Ini adalah motif yang membutuhkan tindakan segera : untuk melepas diri dari bahaya. 
  • Objective motif / motif objektif. Motif yang brhubungan langsung dengan lingkungan baik berupa individu maupun benda : penghargaan, memiliki mobil, memiliki rumah bagus dsb. 
        Sherif and sherif berpendapat motif timbul karena adanya kebutuhan yang mempunyai hubungan kausal. Maka sherif membedakan moeitf atas :
  1. Biogenic Motive (motive biogenetis) Motif yang berasal dari kebutuhan biologis sebagai makhluk yang hidup. Motif ini berkembang dengan sendirinya di dalam diri individu dan terdapat didalam lingkungan pada internal.
  2. Sociogenic motives (motive sosiogenetis) Motif ini timbul di dalam diri individu karena interaksi dengan orang lain atau dengan lingkungan sosial.
B. Macam-macam Motif 
  1. Motif biogenetis Merupakan motif yang berasal dari kebutuhan-kebutuhan organisme orang demi kehidupannya secara biologis. Motif ini bercorak kepada universal dan kurang terikat kepada lingkungan kebudayaan tempat manusia itu kebetulan tempat berada dan berkembang.
  2. Motif sosiogenetis Adalah motif-motif yang dipelajari orang fan berasal dari lingkungan kebudayaan tempat orang itu berada dan berkembang. 
  3. Motif teogenetis Berasal dari interaksi antara manusia deangan Tuhan seperti yang nyata dalam ibadahnya dan dalam kehidupannya sehari-hari dimana ia berusaha merealisasi norma-norma agama tertentu. Contoh, keinginginan untuk mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa. 
C. Beberapa Cara Memotivasi Orang Lain

Menurut Strain, North, Chapman, 1973 
  • Memotivasi dengan kekerasan / motivating by force berupa ancaman dll 
  • Motivasi dengan bujukan / motivating by enticement berupa hadiah dll 
  • Memotivasi dengan identifikasi / motivating by identivication or Ego – Involvement, ini merupakan cara memotivasi orang lain yang terbaik. Mereka berbuat sesuatu dengan suatu rasa percaya diri bahwa apa yang dilakukan itu adalah untuk mencapai tujuan tertentu, ada keinginan dari dalam
Berbagai motif sosial Teevan dan Smith (1964) menggolongkan motif atau dasar perkembangan menjadi 2 kelompok yaitu :
  • Motif primer yaitu motif yang timbulnya berdasarkan proses kimiawi fisiologik dan diperoleh dengan tidak dipelajari, misalnya haus dan lapar. 
  • Motif sekunder adalah motif yang timbulnya tidak secara langsung berdasarkan proses kimiawi fisiologik dan umumnya diperoleh dari proses belajar, baik melalui pengalaman maupun lingkungan. Motif sekunder ini adalah motif berprestasi, motif berafiliasi, motif berkuasa. 
          Motif sekunder inilah yang disebut sebagai meoptif sosial oleh Teevan dan Smith dan pendapat ini diikuti oleh Lindgren (1973), Sanders (1976) serta Brody (1980). Sedangkan Veroff (1979), selain ketiga motif tersebut ada motif lain yang termasuk ke dalam motif sosial anatara lain motif integritas. Faktor-faktor yang mempengaruhi motif sosial Teevan dan Smith mengemukakan adanya 4 sumber perkembangan motif sosial yaitu :
  1. Interaksi ibu dan anak 
  2. Interaksi anak dengan seluruh keluarga
  3. Interaksi anak dengan masyarakat luas
  4. Pendidikan formal. 
           La Vine (1977) mengatakan bahwa kebudayaan dalam masyarakat yang berupa kebiasaan akan mempengaruhi motif sosial. Sedangkan Murray (1964) mengatakan bahwa motif sosial sangat dipengaruhi oleh cara-cara mengasuh anak.

PRASANGKA SOSIAL
A.      Pengertian prasangka
Prasangka merupakan evaluasi kelompok atau seseorang yang mendasarkan diri pada keanggotaan dimana seorang tersebut menjadi anggotanya, prasangka merupakan evaluasi negative terhadap  outgroup. Prasangka sosial merupakan sikap perasaan orang-orang terhadap golongan manusia tertentu, golongan , ras, atau kebudayaan yang berlainan dengan golongan orang yang berprasangka itu. Prasangka sosial yang terdiri dari attitude-attitude  social yang negative terhadap golongan lain, dan mempengaruhi tingkah lakunya terhadap golongan manusia lain tadi.
Awal mulanya prasangka hanya berupa sikap-sikap perasaan negative tetapi lambat laun akan dinyatakan dalam bentuk tindakan yang diskriminatif terhadap orang yang diprasangkai itu tanpa alasan yang objektif pada orang yang dikenai tindakan-tindakan yang diskriminatif.
Prasangka sangat berkaitan dengan persepsi seseorang atau kelompok lain, dan sikap serta perilakunya terhadap mereka. Prasangka terhadap anggota suatu kelompok ternyata sangat merusak. Sebuah contoh mengenai prasangka sosial ialah attitude orang Jermanterhadap keturunan orang-orang Yahudi di Negaranya yang sudah lama terdapat di masyarakat masyarakat Jerman. Satu contoh lagi seperti di Amerika Serikat, di sana terdapat prasangka social terhadap golongan Negro atau golongan kulit hitam terutama di Amerika bagian selatan. Dari prasangka social tersebut keduanya sama-sama melahirkan tindakan-tindakan diskriminatif terhadap masing-masing pihak yang diprasangkai. Bahwasanya tindakan-tindakan diskriminatif yang berdasarkan prasangka social akan merugikan masyarakat  Negara itu sendiri, Sebab perkembangan  potensi-potensi manusia masyarakat tersebut akan sangat diperhambat.

B.      Teori-teori tentang prasangka

1. Teori belajar sosial
Teori belajar sosial merupakan salah satu teori dalam belajar, teori ini dikemukakan oleh bandura yang berpendapat bahwa belajar itu terjadi melalui model atau contoh. Prasangka seperti halnya sikap, merupakan hal yang terbentuk melalui proses belajar.
Attitude-attitude yang dimiliki manusia tidaklah dibawa sejak ia dilahirkan. Tetapi bermacam attitude itu dipelajari dan terbentuk pada manusia selama perkembangannya. Awalnya anak-anak kecil tidak mempunyai attude-attitude, kemudian mereka memperoehnya untuk yang pertama melalui primary group yaitu orang tua dan keluarganya. Demikian pula dengan prasangka social, Prasangka social juga tidak dibawa manusia sejak manusia dilahirkan. Prasangka social juga terbentuk selama perkembangan manusia, baik dari didikan atau pun dengan cara identifikasi dengan orang lain yang sudah berprasangka.
Teori belajar social memandang  prasangka sebagai sesuatu yang dipelajari dengan cara yang  sama, seperti bila orang mempelajari  nilai-nilai social yang lain; prasangka disebarluaskan dari orang yang satu ke orang yang lain  sebagai bagian dari sejumlah norma.  Prasangka merupakan norma dalam budaya atau sub budaya seseorang. Prasangka diperoleh seorang anak melalui sosialisasi. Anak mempelajari sikap berprasangka untuk dapat diterima oleh orang lain. Terakhir,  penyebar luasan dan pengungkapan prasangka  yang terus-menerus akan memperkuat peranannya sebagai norma budaya ( Ashmore & Delboca, 1980)

2.       Teori Motivasional atau Decision Making Theory
Teori ini memandang prasangka sebagai sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan individu atau elompok untuk mencapai kesejahteraan (satisfy). Teori ini mencakup beberapa teori yaitu;
a.       Pendekatan psikodinamika
Teori ini menganalisis prasangka sebagai suatu usaha untuk mengatasi tekanan motivasi  yang ada dalam diri individu yang bersangkutan. Jadi teori ini menekankan pada dinamika dari pribadi individu yang bersangkutan (specific individual personality).
b.      Konflik Kelompok Realitas (Realistic group conflict)
Konflik kelompok realitas. Teoeri ini menyatakan bahwa dua kelompok bersaing merebutkan kelompok yang langka, mereka akan saling mengancam, dan akhirnya menimbulkan permusuhan diantara mereka sehingga menciptakan nilai negative yang bersifat timbal balik.
Konflik antar kelompok akan terjadi apabila kelompok-kelompok tersebut dalam keadaan berkompetisi. Ini menyebabkan  adanya permusuhan antara kedua kelompok tersebut yang kemudian bermuara pada adanya saling berprasangka satu dengan yang lain, saling memberikan evalauasi yang negatif. Dengan demikian, prasangka tidak dapat dihindarkan sebagai akibat adanya konflik yang nyata antara kelompok yang satu dengan yang lain.
c.       Kekurangan Relatif (relative deprivation)
Teori ini berkaitan dengan ketidakpuasan yang tidak hanya timbul dari kekurangan objektif , tetapi juga dari perasaan kurang secara subjektif yang relative lebih besar dibandingkan orang lain atau kelompok lain.
Dalam konflik kelompok yang nyata, prasangka timbul sebagai respons terhadap frustasi yang riil dalam kehidupan antara kelompok satu dengan yang lain. Tetapi kadang-kadang orang mempersepsi diri sendiri atau mereka mengalami kerugian secara relatif terhadap pihak lain, walaupun dalam kenyataanya tidak demikian. Persepsi ini dapat membawa permusuhan antara kelompok yang satu dengan yang lain, dan sebagai akibatnya yaitu dapat menimbulkan prasangka.

3.       Teori Kognitif
Dalam teori ini, proses kognitif dijadikan sebagai dasar timbulnya prasangka. Hal ini berkaitan dengan;
a.       Kategorisasi atau penggolongan
Apabila seseorang mempersepsi orang lain atau apabila suatu kelompok mempesepsi keompok lain, dan memasukkan apa yang di persepsikan itu ke dalam suatu kategori tertentu. Proses kategorisasi berdampak timbulnya prasangka antar pihak satu dengan pihak lain, keompok satu denga kelompok lain.
b.      Ingroup lawan Outgroup
Ingroup dan  outgroup ada apabila  kategorisasi “kita” dan “mereka”  telah ada, seseorang dalam suatu kelompok akan merasa dirinya sebagai ingroup dan orang lain sebagai outgroup. Dalam kategori ingroup memiliki dampak tertentu yang ditimbulkan, di antaranya yaitu;
1.      Similarity effect, anggota ingroup mempersepsi anggota ingroup yang lain lebih memiliki kesamaan apabila dibandingkan dengan anggota outgroup.
2.      Favoritism effect, karena kategorisasi ingroup dan outgroup maka berdampak munculnya anggapan bahwa ingroup lebih favorit dari pada outgroup.
3.      Outgroup homogenity effect, bahwa seseorang dalam ingroup memandang outgroup lebih homogendaripada ingroup, baik dalam hal kepribadian maupun hal yag lain.

3.       Usaha Mengatasi Prasangka
Langkah-langkah yang bisa dilakukukan untuk mengatasi prasangka sehingga prasangka tersebut dapat berkurang atau bahkan bisa dihilangkan, caranya sebagai berikut;
1.       Dengan cara mengadakan direct intergroup contact, seperti yang dikemukakan oleh  Allport yang dikenal dengan teori kontak (contact theory). Kontak atau hubungan secara langsung secara berkesinambungan atau berkelanjutan akan mengurangi prasangka yang ada.
2.       Dengan cara mengadakan kerja sama atau cooperative interdependence, Anggota suatu kelompok yang berprasangka  terhadap kelompok lain,  diadakan kerja untuk mencapai  tujuan bersama, mereka saling bergantung satu dengan yang lain untuk mencapai tujuan bersama tersebut, dengan demikian mereka saling berinteraksi satu sama lain. Sehingga mereka tahu dengan tepat keadaan  sebenarnya satu sama lain kelompok. Sebenarnya prasangka timbulkarena kurang adanya informasi yang jelas, deengan mengetahi keadaan yang sebenarnya maka prasangka yang ada akan dapat berkurang atau bahkan sampai hilang.

4.       Ciri Pribadi Orang Berprasangka
Menurut beberapa penyelidikan psikologi, terdapat beberapa ciri  pribadi orang yang mempermudah bertahannya prasangka social padanya, antara lain orang-orang yang berciri sebagai berikut;
a.        tidak toeransi
b.       kurang mengenal aka dirinnya sendiri
c.        kurang berdaya cipta
d.       merasa tidak aman
e.        memupuk khayalan-khayalan yang agresif

Sumber:

Bimo Walgito, Psikologi Sosial, (Yogyakarta, Cv. Andi Ofset, 2003)
W.A. Gerungan, Psikologi Sosial, (Bandung, Refika Aditama, 2002)
David O. Sears. Dkk, Psikologi Sosial, (Jakarta, Erlangga, 1994)





Masuknya Islam ke Spanyol
Spanyol diduduki umat Islam pada zaman khalifah Al-Walid (705-715 M), salah seorangkhalifah dari Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus, dimana Umat Islamsebelumnya telah menguasasi Afrika Utara. Dalam proses penaklukan Spanyol initerdapat tiga pahlawan Islam yang dapat dikatakan paling berjasa yaitu Tharif ibn Malik,Thariq ibn Ziyad, dan Musa ibn Nushair.Spanyol diduduki umat Islam pada zaman Khalifah Al-Walid (705-715 M), salah seorangkhalifah dari Bani Umayah yang berpusat di Damaskus. Sebelum penaklukan Spanyol,umat Islam telah menguasai Afrika Utara dan menjadikannya sebagai salah satu propinsidari dinasti Bani Umayah, Penguasaan sepenuhnya atas Afrika Utara itu terjadi di zamanKhalifah Abdul Malik (685-705 M). Khalifah Abd al-Malik mengangkat Hasan ibn Nu'man al-Ghassani menjadi gubernur di daerah itu. Pada masa Khalifah al-Walid, Hasanibn Nu'man sudah digantikan oleh Musa ibn Nushair. Di zaman al-Walid itu, Musa ibn Nushair memperluas wilayah kekuasaannya dengan menduduki Aljazair dan Marokko.Selain itu, ia juga menyempurnakan penaklukan ke daerah-daerah bekas kekuasaan bangsa Barbar di pegunungan-pegunungan, sehingga mereka menyatakan setia dan berjanji tidak akan membuat kekacauan-kekacauan seperti yang pernah mereka lakukansebelumnya. Penaklukan atas wilayah Afrika Utara itu dari pertama kali dikalahkansampai menjadi salah satu propinsi dari Khilafah Bani Umayah memakan waktu selama53 tahun, yaitu mulai tahun 30 H (masa pemerintahan Muawiyah ibn Abi Sufyan) sampaitahun 83 H (masa al-Walid). Sebelum dikalahkan dan kemudian dikuasai Islam, dikawasan ini terdapat kantung-kantung yang menjadi basis kekuasaan kerajaan Romawi,yaitu kerajaan Gothik. Kerajaan ini sering menghasut penduduk agar membuat kerusuhandan menentang kekuasaan Islam. Setelah kawasan ini betul-betul dapat dikuasai, umatIslam mulai memusatkan perhatiannya untuk menaklukkan Spanyol. Dengan demikian,Afrika Utara menjadi batu loncatan bagi kaum muslimin dalam penaklukan wilayahSpanyol.Dalam proses penaklukan spanyol terdapat tiga pahlawan Islam yang dapat dikatakan paling berjasa memimpin satuan-satuan pasukan ke sana. Mereka adalah Tharif ibnMalik, Thariq ibn Ziyad, dan Musa ibn Nushair. Tharif dapat disebut sebagai perintis dan penyelidik. Ia menyeberangi selat yang berada di antara Marokko dan benua Eropa itudengan satu pasukan perang, lima ratus orang diantaranya adalah tentara berkuda, merekamenaiki empat buah kapal yang disediakan oleh Julian. Dalam penyerbuan itu Tharif tidak mendapat perlawanan yang berarti. Ia menang dan kembali ke Afrika Utaramembawa harta rampasan yang tidak sedikit jumlahnya. Didorong oleh keberhasilanTharif dan kemelut yang terjadi dalam tubuh kerajaan Visigothic yang berkuasa diSpanyol pada saat itu, serta dorongan yang besar untuk memperoleh harta rampasan perang, Musa ibn Nushair pada tahun 711 M mengirim pasukan ke spanyol sebanyak 7000 orang di bawah pimpinan Thariq ibn Ziyad.Thariq ibn Ziyad lebih banyak dikenal sebagai penakluk Spanyol karena pasukannyalebih besar dan hasilnya lebih nyata. Pasukannya terdiri dari sebagian besar suku Barbar yang didukung oleh Musa ibn Nushair dan sebagian lagi orang Arab yang dikirim

Khalifah al-Walid. Pasukan itu kemudian menyeberangi Selat di bawah pimpinan Thariqibn Ziyad. Sebuah gunung tempat pertama kali Thariq dan pasukannya mendarat danmenyiapkan pasukannya, dikenal dengan nama Gibraltar (Jabal Thariq). Dengandikuasainya daerah ini, maka terbukalah pintu secara luas untuk memasuki Spanyol.Dalam pertempuran di suatu tempat yang bernama Bakkah, Raja Roderick dapatdikalahkan. Dari situ Thariq dan pasukannya terus menaklukkan kota-kota penting,seperti Cordova, Granada dan Toledo (ibu kota kerajaan Gothik saat itu). Sebelum Thariqmenaklukkan kota Toledo, ia meminta tambahan pasukan kepada Musa ibn Nushair diAfrika Utara. Musa mengirimkan tambahan pasukan sebanyak 5000 personel, sehingga jumlah pasukan Thariq seluruhnya 12.000 orang. Jumlah ini belum sebanding dengan pasukan Gothik yang jauh lebih besar, 100.000 orang.Kemenangan pertama yang dicapai oleh Thariq ibn Ziyad membuat jalan untuk  penaklukan wilayah yang lebih luas lagi. Untuk itu, Musa ibn Nushair merasa perlumelibatkan diri dalam gelanggang pertempuran dengan maksud membantu perjuanganThariq. Dengan suatu pasukan yang besar, ia berangkat menyeberangi selat itu, dan satu persatu kota yang dilewatinya dapat ditaklukkannya. Setelah Musa berhasil menaklukkanSidonia, Karmona, Seville, dan Merida serta mengalahkan penguasa kerajaan Gothic,Theodomir di Orihuela, ia bergabung dengan Thariq di Toledo. Selanjutnya, keduanya berhasil menguasai seluruh kota penting di Spanyol, termasuk bagian utaranya, mulaidari Saragosa sampai Navarre.Gelombang perluasan wilayah berikutnya muncul pada masa pemerintahan KhalifahUmar ibn Abd al-Aziz tahun 99 H/717 M. Kali ini sasaran ditujukan untuk menguasaidaerah sekitar pegunungan Pyrenia dan Perancis Selatan. Pimpinan pasukan dipercayakankepada Al-Samah, tetapi usahanya itu gagal dan ia sendiri terbunuh pada tahun 102 H.Selanjutnya, pimpinan pasukan diserahkan kepada Abdurrahman ibn Abdullah al-Ghafiqi. Dengan pasukannya, ia menyerang kota Bordesu, Poiter, dan dari sini iamencoba menyerang kota Tours. Akan tetapi, diantara kota Poiter dan Tours itu iaditahan oleh Charles Martel, sehingga penyerangan ke Perancis gagal dan tentara yangdipimpinnya mundur kembali ke Spanyol.Sesudah itu, masih juga terdapat penyerangan-penyerangan, seperti ke Avirignon tahun734 M, ke Lyon tahun 743 M, dan pulau-pulau yang terdapat di Laut Tengah Majorca,Corsia, Sardinia, Creta, Rhodes, Cyprus dan sebagian dari Sicilia juga jatuh ke tanganIslam di zaman Bani Umayah. Gelombang kedua terbesar dari penyerbuan kaumMuslimin yang geraknya dimulai pada permulaan abad ke-8 M ini, telah menjangkauseluruh Spanyol dan melebar jauh menjangkau Perancis Tengah dan bagian-bagian penting dari Italia. Kemenangan-kemenangan yang dicapai umat Islam nampak begitumudah. Hal itu tidak dapat dipisahkan dari adanya faktor eksternal dan internal yangmenguntungkan.Yang dimaksud dengan faktor eksternal adalah suatu kondisi yang terdapat di dalamnegeri Spanyol sendiri. Pada masa penaklukan Spanyol oleh orang-orang Islam, kondisisosial, politik, dan ekonomi negeri ini berada dalam keadaan menyedihkan. Secara politik, wilayah Spanyol terkoyak-koyak dan terbagi-bagi ke dalam beberapa negeri

kecil. Bersamaan dengan itu penguasa Gothic bersikap tidak toleran terhadap aliranagama yang dianut oleh penguasa, yaitu aliran Monofisit, apalagi terhadap penganutagama lain, Yahudi. Penganut agama Yahudi yang merupakan bagian terbesar dari penduduk Spanyol dipaksa dibaptis menurut agama Kristen. Yang tidak bersedia disiksa,dan dibunuh secara brutal. Rakyat dibagi-bagi ke dalam sistem kelas, sehinggakeadaannya diliputi oleh kemelaratan, ketertindasan, dan ketiadaan persamaan hak. Didalam situasi seperti itu, kaum tertindas menanti kedatangan juru pembebas, dan juru pembebasnya mereka temukan dari orang Islam. Berkenaan dengan itu Amer Ali, sepertidikutip oleh Imamuddin mengatakan, ketika Afrika (Timur dan Barat) menikmatikenyamanan dalam segi material, kebersamaan, keadilan, dan kesejahteraan, tetangganyadi jazirah Spanyol berada dalam keadaan menyedihkan di bawah kekuasaan tangan besi penguasa Visighotic. Di sisi lain, kerajaan berada dalam kemelut yang membawa akibat pada penderitaan masyarakat. Akibat perlakuan yang keji, koloni-koloni Yahudi yang penting menjadi tempat-tempat perlawanan dan pemberontakkan. Perpecahan dalamnegeri Spanyol ini banyak membantu keberhasilan campur tangan Islam di tahun 711 M.Perpecahan itu amat banyak coraknya, dan sudah ada jauh sebelum kerajaan Gothic berdiri.Perpecahan politik memperburuk keadaan ekonomi masyarakat. Ketika Islam masuk keSpanyol, ekonomi masyarakat dalam keadaan lumpuh. Padahal, sewaktu Spanyol beradadi bawah pemerintahan Romawi, berkat kesuburan tanahnya, pertanian maju pesat.Demikian juga pertambangan, industri dan perdagangan karena didukung oleh saranatransportasi yang baik. Akan tetapi, setelah Spanyol berada di bawah kekuasaan kerajaanGoth, perekonomian lumpuh dan kesejahteraan masyarakat menurun. Hektaran tanahdibiarkan terlantar tanpa digarap, beberapa pabrik ditutup, dan antara satu daerah dandaerah lain sulit dilalui akibat jalan-jalan tidak mendapat perawatan.Buruknya kondisi sosial, ekonomi, dan keagamaan tersebut terutama disebabkan olehkeadaan politik yang kacau. Kondisi terburuk terjadi pada masa pemerintahan RajaRoderick, Raja Goth terakhir yang dikalahkan Islam.Awal kehancuran kerajaan Ghoth adalah ketika Raja Roderick memindahkan ibu kotanegaranya dari Seville ke Toledo, sementara Witiza, yang saat itu menjadi penguasa ataswilayah Toledo, diberhentikan begitu saja. Keadaan ini memancing amarah dari Oppasdan Achila, kakak dan anak Witiza. Keduanya kemudian bangkit menghimpun kekuatanuntuk menjatuhkan Roderick. Mereka pergi ke Afrika Utara dan bergabung dengan kaummuslimin. Sementara itu terjadi pula konflik antara Roderick dengan Ratu Julian, mantan penguasa wilayah Septah. Julian juga bergabung dengan kaum Muslimin di Afrika Utaradan mendukung usaha umat Islam untuk menguasai Spanyol, Julian bahkan memberikan pinjaman empat buah kapal yang dipakai oleh Tharif, Tariq dan Musa.Hal menguntungkan tentara Islam lainnya adalah bahwa tentara Roderick yang terdiridari para budak yang tertindas tidak lagi mempunyai semangat perang Selain itu, orangYahudi yang selama ini tertekan juga mengadakan persekutuan dan memberikan bantuan bagi perjuangan kaum Muslimin.