Jumat, 28 Februari 2014



Masuknya Islam ke Spanyol
Spanyol diduduki umat Islam pada zaman khalifah Al-Walid (705-715 M), salah seorangkhalifah dari Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus, dimana Umat Islamsebelumnya telah menguasasi Afrika Utara. Dalam proses penaklukan Spanyol initerdapat tiga pahlawan Islam yang dapat dikatakan paling berjasa yaitu Tharif ibn Malik,Thariq ibn Ziyad, dan Musa ibn Nushair.Spanyol diduduki umat Islam pada zaman Khalifah Al-Walid (705-715 M), salah seorangkhalifah dari Bani Umayah yang berpusat di Damaskus. Sebelum penaklukan Spanyol,umat Islam telah menguasai Afrika Utara dan menjadikannya sebagai salah satu propinsidari dinasti Bani Umayah, Penguasaan sepenuhnya atas Afrika Utara itu terjadi di zamanKhalifah Abdul Malik (685-705 M). Khalifah Abd al-Malik mengangkat Hasan ibn Nu'man al-Ghassani menjadi gubernur di daerah itu. Pada masa Khalifah al-Walid, Hasanibn Nu'man sudah digantikan oleh Musa ibn Nushair. Di zaman al-Walid itu, Musa ibn Nushair memperluas wilayah kekuasaannya dengan menduduki Aljazair dan Marokko.Selain itu, ia juga menyempurnakan penaklukan ke daerah-daerah bekas kekuasaan bangsa Barbar di pegunungan-pegunungan, sehingga mereka menyatakan setia dan berjanji tidak akan membuat kekacauan-kekacauan seperti yang pernah mereka lakukansebelumnya. Penaklukan atas wilayah Afrika Utara itu dari pertama kali dikalahkansampai menjadi salah satu propinsi dari Khilafah Bani Umayah memakan waktu selama53 tahun, yaitu mulai tahun 30 H (masa pemerintahan Muawiyah ibn Abi Sufyan) sampaitahun 83 H (masa al-Walid). Sebelum dikalahkan dan kemudian dikuasai Islam, dikawasan ini terdapat kantung-kantung yang menjadi basis kekuasaan kerajaan Romawi,yaitu kerajaan Gothik. Kerajaan ini sering menghasut penduduk agar membuat kerusuhandan menentang kekuasaan Islam. Setelah kawasan ini betul-betul dapat dikuasai, umatIslam mulai memusatkan perhatiannya untuk menaklukkan Spanyol. Dengan demikian,Afrika Utara menjadi batu loncatan bagi kaum muslimin dalam penaklukan wilayahSpanyol.Dalam proses penaklukan spanyol terdapat tiga pahlawan Islam yang dapat dikatakan paling berjasa memimpin satuan-satuan pasukan ke sana. Mereka adalah Tharif ibnMalik, Thariq ibn Ziyad, dan Musa ibn Nushair. Tharif dapat disebut sebagai perintis dan penyelidik. Ia menyeberangi selat yang berada di antara Marokko dan benua Eropa itudengan satu pasukan perang, lima ratus orang diantaranya adalah tentara berkuda, merekamenaiki empat buah kapal yang disediakan oleh Julian. Dalam penyerbuan itu Tharif tidak mendapat perlawanan yang berarti. Ia menang dan kembali ke Afrika Utaramembawa harta rampasan yang tidak sedikit jumlahnya. Didorong oleh keberhasilanTharif dan kemelut yang terjadi dalam tubuh kerajaan Visigothic yang berkuasa diSpanyol pada saat itu, serta dorongan yang besar untuk memperoleh harta rampasan perang, Musa ibn Nushair pada tahun 711 M mengirim pasukan ke spanyol sebanyak 7000 orang di bawah pimpinan Thariq ibn Ziyad.Thariq ibn Ziyad lebih banyak dikenal sebagai penakluk Spanyol karena pasukannyalebih besar dan hasilnya lebih nyata. Pasukannya terdiri dari sebagian besar suku Barbar yang didukung oleh Musa ibn Nushair dan sebagian lagi orang Arab yang dikirim

Khalifah al-Walid. Pasukan itu kemudian menyeberangi Selat di bawah pimpinan Thariqibn Ziyad. Sebuah gunung tempat pertama kali Thariq dan pasukannya mendarat danmenyiapkan pasukannya, dikenal dengan nama Gibraltar (Jabal Thariq). Dengandikuasainya daerah ini, maka terbukalah pintu secara luas untuk memasuki Spanyol.Dalam pertempuran di suatu tempat yang bernama Bakkah, Raja Roderick dapatdikalahkan. Dari situ Thariq dan pasukannya terus menaklukkan kota-kota penting,seperti Cordova, Granada dan Toledo (ibu kota kerajaan Gothik saat itu). Sebelum Thariqmenaklukkan kota Toledo, ia meminta tambahan pasukan kepada Musa ibn Nushair diAfrika Utara. Musa mengirimkan tambahan pasukan sebanyak 5000 personel, sehingga jumlah pasukan Thariq seluruhnya 12.000 orang. Jumlah ini belum sebanding dengan pasukan Gothik yang jauh lebih besar, 100.000 orang.Kemenangan pertama yang dicapai oleh Thariq ibn Ziyad membuat jalan untuk  penaklukan wilayah yang lebih luas lagi. Untuk itu, Musa ibn Nushair merasa perlumelibatkan diri dalam gelanggang pertempuran dengan maksud membantu perjuanganThariq. Dengan suatu pasukan yang besar, ia berangkat menyeberangi selat itu, dan satu persatu kota yang dilewatinya dapat ditaklukkannya. Setelah Musa berhasil menaklukkanSidonia, Karmona, Seville, dan Merida serta mengalahkan penguasa kerajaan Gothic,Theodomir di Orihuela, ia bergabung dengan Thariq di Toledo. Selanjutnya, keduanya berhasil menguasai seluruh kota penting di Spanyol, termasuk bagian utaranya, mulaidari Saragosa sampai Navarre.Gelombang perluasan wilayah berikutnya muncul pada masa pemerintahan KhalifahUmar ibn Abd al-Aziz tahun 99 H/717 M. Kali ini sasaran ditujukan untuk menguasaidaerah sekitar pegunungan Pyrenia dan Perancis Selatan. Pimpinan pasukan dipercayakankepada Al-Samah, tetapi usahanya itu gagal dan ia sendiri terbunuh pada tahun 102 H.Selanjutnya, pimpinan pasukan diserahkan kepada Abdurrahman ibn Abdullah al-Ghafiqi. Dengan pasukannya, ia menyerang kota Bordesu, Poiter, dan dari sini iamencoba menyerang kota Tours. Akan tetapi, diantara kota Poiter dan Tours itu iaditahan oleh Charles Martel, sehingga penyerangan ke Perancis gagal dan tentara yangdipimpinnya mundur kembali ke Spanyol.Sesudah itu, masih juga terdapat penyerangan-penyerangan, seperti ke Avirignon tahun734 M, ke Lyon tahun 743 M, dan pulau-pulau yang terdapat di Laut Tengah Majorca,Corsia, Sardinia, Creta, Rhodes, Cyprus dan sebagian dari Sicilia juga jatuh ke tanganIslam di zaman Bani Umayah. Gelombang kedua terbesar dari penyerbuan kaumMuslimin yang geraknya dimulai pada permulaan abad ke-8 M ini, telah menjangkauseluruh Spanyol dan melebar jauh menjangkau Perancis Tengah dan bagian-bagian penting dari Italia. Kemenangan-kemenangan yang dicapai umat Islam nampak begitumudah. Hal itu tidak dapat dipisahkan dari adanya faktor eksternal dan internal yangmenguntungkan.Yang dimaksud dengan faktor eksternal adalah suatu kondisi yang terdapat di dalamnegeri Spanyol sendiri. Pada masa penaklukan Spanyol oleh orang-orang Islam, kondisisosial, politik, dan ekonomi negeri ini berada dalam keadaan menyedihkan. Secara politik, wilayah Spanyol terkoyak-koyak dan terbagi-bagi ke dalam beberapa negeri

kecil. Bersamaan dengan itu penguasa Gothic bersikap tidak toleran terhadap aliranagama yang dianut oleh penguasa, yaitu aliran Monofisit, apalagi terhadap penganutagama lain, Yahudi. Penganut agama Yahudi yang merupakan bagian terbesar dari penduduk Spanyol dipaksa dibaptis menurut agama Kristen. Yang tidak bersedia disiksa,dan dibunuh secara brutal. Rakyat dibagi-bagi ke dalam sistem kelas, sehinggakeadaannya diliputi oleh kemelaratan, ketertindasan, dan ketiadaan persamaan hak. Didalam situasi seperti itu, kaum tertindas menanti kedatangan juru pembebas, dan juru pembebasnya mereka temukan dari orang Islam. Berkenaan dengan itu Amer Ali, sepertidikutip oleh Imamuddin mengatakan, ketika Afrika (Timur dan Barat) menikmatikenyamanan dalam segi material, kebersamaan, keadilan, dan kesejahteraan, tetangganyadi jazirah Spanyol berada dalam keadaan menyedihkan di bawah kekuasaan tangan besi penguasa Visighotic. Di sisi lain, kerajaan berada dalam kemelut yang membawa akibat pada penderitaan masyarakat. Akibat perlakuan yang keji, koloni-koloni Yahudi yang penting menjadi tempat-tempat perlawanan dan pemberontakkan. Perpecahan dalamnegeri Spanyol ini banyak membantu keberhasilan campur tangan Islam di tahun 711 M.Perpecahan itu amat banyak coraknya, dan sudah ada jauh sebelum kerajaan Gothic berdiri.Perpecahan politik memperburuk keadaan ekonomi masyarakat. Ketika Islam masuk keSpanyol, ekonomi masyarakat dalam keadaan lumpuh. Padahal, sewaktu Spanyol beradadi bawah pemerintahan Romawi, berkat kesuburan tanahnya, pertanian maju pesat.Demikian juga pertambangan, industri dan perdagangan karena didukung oleh saranatransportasi yang baik. Akan tetapi, setelah Spanyol berada di bawah kekuasaan kerajaanGoth, perekonomian lumpuh dan kesejahteraan masyarakat menurun. Hektaran tanahdibiarkan terlantar tanpa digarap, beberapa pabrik ditutup, dan antara satu daerah dandaerah lain sulit dilalui akibat jalan-jalan tidak mendapat perawatan.Buruknya kondisi sosial, ekonomi, dan keagamaan tersebut terutama disebabkan olehkeadaan politik yang kacau. Kondisi terburuk terjadi pada masa pemerintahan RajaRoderick, Raja Goth terakhir yang dikalahkan Islam.Awal kehancuran kerajaan Ghoth adalah ketika Raja Roderick memindahkan ibu kotanegaranya dari Seville ke Toledo, sementara Witiza, yang saat itu menjadi penguasa ataswilayah Toledo, diberhentikan begitu saja. Keadaan ini memancing amarah dari Oppasdan Achila, kakak dan anak Witiza. Keduanya kemudian bangkit menghimpun kekuatanuntuk menjatuhkan Roderick. Mereka pergi ke Afrika Utara dan bergabung dengan kaummuslimin. Sementara itu terjadi pula konflik antara Roderick dengan Ratu Julian, mantan penguasa wilayah Septah. Julian juga bergabung dengan kaum Muslimin di Afrika Utaradan mendukung usaha umat Islam untuk menguasai Spanyol, Julian bahkan memberikan pinjaman empat buah kapal yang dipakai oleh Tharif, Tariq dan Musa.Hal menguntungkan tentara Islam lainnya adalah bahwa tentara Roderick yang terdiridari para budak yang tertindas tidak lagi mempunyai semangat perang Selain itu, orangYahudi yang selama ini tertekan juga mengadakan persekutuan dan memberikan bantuan bagi perjuangan kaum Muslimin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar