Selasa, 14 Januari 2014

pagi menullis



Pagi yang indah terbayang semua cahaya hati
Nyawa nyawa lagi sibuk menacari raganya
Raga yang sudah tergabung  dengan nyawanya
Telah sibuk dengan segala aktifitasnya
Sopir sopir mengendrai mobil
Pegawai terlambat ke kantor
Dewan perwakilan rakyat  bolos kerja
Para guru dan dosen malas malasan di kelas
Sedang aku sendiri sibuk menikmati tidurku
Gak terasa cahaya matahari sudah menembus tembok  kamar kos ku yang saat itu berantakan gak ketulungan
Teman teman kos yang lagi di telan gugup sedikit tergesa gesa ke kampus
Dia pikir terlambat dan akan di marahi dosen akan mewarnai hidupnya hari ini
Eh ternyata dosena sendiri gak masuk ngajar
Itulah wajah pendidikan yang katanya bagus
Dapat titel mahasiswa tapi belum mengerti bagaimana menjadi manusia sewajarnya
Aku melihat umumnya mahasiswa di kampus di kungkung oleh kesibukan menggarap tugas yang belum tentu ia pahami sedang ilmu ilmu yang tersebar di luar kelas di abaikan padehal ilmu yang ada di luar kelas itu lebih mudah di pahami dan di terapkan dalam kehidupan sehari hari
Aku mengoreksi diri sendiri
Aku mengaca
Aku lihat rambutku
Aku lihat wajahku
Aku lihat tubuhku hingga penampilanku
Di situ aku ber ucap dalam hati
Kenapa begini? Kog gak begitu, kenapa gak bisa kayak itu
Perasaan kegelapan hati yang sering menghantuiku
Rasa kurang syukur yang melekat  pekat  dalam diriku



Tidak ada komentar:

Posting Komentar