Selasa, 14 Januari 2014

9 oktober 2013



Rabu 9 oktober 2013 di katakana hari sial, enggak ,Hari baik apalagi , enggak banget. Tepatnya hari yang lucu mungkin dan hari malu maluin tepatnya.Hari yang cerah, matahari bersemangat menatapku dengan tegas  dari arah timur, namun tak membuat ku bangun pagi.Aku bangun sekitar jam setengah delapan , makan mi rebus,  nyuci baju, baru mandi di teruskan berangkat kuliyah,
Sesampainya di depan kels eh ternyata TERLAMBAT , sebuah tradisi dari mulai aku kecil hingga se dewasa sekarang ini gak hilang-hilang dari diriku. Entah keapa? Aku juga gak tau  . mungkin karna hati ini belum dapat hidayah, atau aku gak suka ikut yang namanya  kegiatan PRAMUKA alias praja muda karanna atau memang takdir dari yang maha kuasa, kalau takdir kayakna gak sihh. Ya bukan ? mungkin ya karna kemalasanku aja yang lebi tepat.
Aku masuk dengan sedikit malu-malu bersalaman dengan dosen, baru duduk, kelihataya temn saya sudah lama mmpresentasikan mata kuliyah tauhid, itu kelihatan dari wajah wajah para mahasiswa kelas saya yang tampak gak begitu memperhatikan presentasi. Walaupun aku duduk di  hadapan dosen tetapi masih saja aku terlihat sedikit ngantuk, aku mendengarkan presentasi sambil ngantuk-ngantuk. Setelah presentasi selesai sesi Tanya jawab tiba temen temen yang tau dan paham tentang apa yang di presentasikan pada saling ber debat saling bertanya dan saling mengemuukakan endappat, beda dengan saya sudah terlambat mendenngarkan sambil ngantuk lagi jadinya yaaaaa gak paham gitu deh. Aku Cuma bisa jadi penonton yang longa longo menurut bahasaku sendiri. Jam habis itulah yang kun anti nanti di dalam kelas, waktu berjalan ocehan ocehan teman dan dosen pun berlalu waktupun telah habis. Aku bersemengat untuk keluar mengidup udara segar merasakan kebebasan dan gak ada kata ngatuk pastinya . karna apa? Kalo gak ada pelajaran gak ada beban hati senang pasti gak akan ngantuk di tambah bisa nongkrong bersama teman –teman sambil  menghirup nikmat nya tembakau atau kata lain yaitu rokokan. Yah itulah mahasiswa gak tau malu menurutku , tapi entah kenapa itu terjadi pada diriku sendiri. Seperti biyasa setelah jam kuliyah selesai aku dan temen temen punya tongkrrongan yang aman nyaman dan damai yaitu di bawah pohon beingin yang besar di depan gedung f . tapi gak seperti biyasanya aku kali ini ggak ikut tongkrongan karna aku punya urusan sedikityaitu mengambil kartu perpustakaan di gedung perpustakaan instiut di kampus tiga. Aku dan teman ku kliwo nama panggilannya segra meluncur menuju perputakaan institute di kampus tiga .nasib sial menimpaku aku behadapan pada penjaga perpus atau entah apa aku kurang tau , aku masuk dan bertanya “ maaf pak kalau mau mengambil kartu perpus di ruangan mana pak?” sambil nunduk dan sopan , eh malah tanggapanya lain dari apa yang ku banyangkan sebelumnya. Wajah setengah tua dengan muka sedikit sangar bertampang pemarah  itu menjawab dengan nada jelek banget nada marah nada sebel dan lain dari pertanyaanku tadi. “ mau ke mana mas? Mau ke sawah ya?  Ini bukan sawah mas, ini perpustakaan, ini kantor. Ke perpus kog pake sandal jepit” dengan sedikit malu  bercampur takut aku menjawab, “ maaf pak” tapi di dalam hatiku ada suara , bajingan kurang ajar de el el. Orang itupunn menjawab “ kamu ini ccalon sarjana masak ke kantor pake sandal jepit? Lain kali jangan ulangi lagi”
Siiiiiallllll pperasaan ku menahan malu di anntara pengunjung perpus tapi aku jawab dengan nada sopan “ iya ppak besok pake sepatu”
“ silahkan taruh tasmu di almari  itu”
Aku berjalan sambil menaruh task uterus menuju ruang pengambilan kartu yang bber ada di sebelah timur ruang bapak sialan tadi . aku mengam,bil kartuku dan cabut kembali ke kos kosan sambil teriak jancoooooooooooooooooookkkkkkkkkkkkkk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar