Rabu 9 oktober 2013 di katakana hari sial, enggak ,Hari baik
apalagi , enggak banget. Tepatnya hari yang lucu mungkin dan hari malu maluin
tepatnya.Hari yang cerah, matahari bersemangat menatapku dengan tegas dari arah timur, namun tak membuat ku bangun pagi.Aku
bangun sekitar jam setengah delapan , makan mi rebus, nyuci baju, baru mandi di teruskan berangkat
kuliyah,
Sesampainya di depan kels eh ternyata TERLAMBAT , sebuah
tradisi dari mulai aku kecil hingga se dewasa sekarang ini gak hilang-hilang
dari diriku. Entah keapa? Aku juga gak tau
. mungkin karna hati ini belum dapat hidayah, atau aku gak suka ikut
yang namanya kegiatan PRAMUKA alias
praja muda karanna atau memang takdir dari yang maha kuasa, kalau takdir kayakna
gak sihh. Ya bukan ? mungkin ya karna kemalasanku aja yang lebi tepat.
Aku masuk dengan sedikit malu-malu bersalaman dengan dosen,
baru duduk, kelihataya temn saya sudah lama mmpresentasikan mata kuliyah
tauhid, itu kelihatan dari wajah wajah para mahasiswa kelas saya yang tampak
gak begitu memperhatikan presentasi. Walaupun aku duduk di hadapan dosen tetapi masih saja aku terlihat
sedikit ngantuk, aku mendengarkan presentasi sambil ngantuk-ngantuk. Setelah
presentasi selesai sesi Tanya jawab tiba temen temen yang tau dan paham tentang
apa yang di presentasikan pada saling ber debat saling bertanya dan saling
mengemuukakan endappat, beda dengan saya sudah terlambat mendenngarkan sambil
ngantuk lagi jadinya yaaaaa gak paham gitu deh. Aku Cuma bisa jadi penonton
yang longa longo menurut bahasaku sendiri. Jam habis itulah yang kun anti nanti
di dalam kelas, waktu berjalan ocehan ocehan teman dan dosen pun berlalu
waktupun telah habis. Aku bersemengat untuk keluar mengidup udara segar
merasakan kebebasan dan gak ada kata ngatuk pastinya . karna apa? Kalo gak ada
pelajaran gak ada beban hati senang pasti gak akan ngantuk di tambah bisa
nongkrong bersama teman –teman sambil
menghirup nikmat nya tembakau atau kata lain yaitu rokokan. Yah itulah
mahasiswa gak tau malu menurutku , tapi entah kenapa itu terjadi pada diriku
sendiri. Seperti biyasa setelah jam kuliyah selesai aku dan temen temen punya
tongkrrongan yang aman nyaman dan damai yaitu di bawah pohon beingin yang besar
di depan gedung f . tapi gak seperti biyasanya aku kali ini ggak ikut
tongkrongan karna aku punya urusan sedikityaitu mengambil kartu perpustakaan di
gedung perpustakaan instiut di kampus tiga. Aku dan teman ku kliwo nama
panggilannya segra meluncur menuju perputakaan institute di kampus tiga .nasib
sial menimpaku aku behadapan pada penjaga perpus atau entah apa aku kurang tau
, aku masuk dan bertanya “ maaf pak kalau mau mengambil kartu perpus di ruangan
mana pak?” sambil nunduk dan sopan , eh malah tanggapanya lain dari apa yang ku
banyangkan sebelumnya. Wajah setengah tua dengan muka sedikit sangar bertampang
pemarah itu menjawab dengan nada jelek
banget nada marah nada sebel dan lain dari pertanyaanku tadi. “ mau ke mana
mas? Mau ke sawah ya? Ini bukan sawah
mas, ini perpustakaan, ini kantor. Ke perpus kog pake sandal jepit” dengan
sedikit malu bercampur takut aku
menjawab, “ maaf pak” tapi di dalam hatiku ada suara , bajingan kurang ajar de
el el. Orang itupunn menjawab “ kamu ini ccalon sarjana masak ke kantor pake
sandal jepit? Lain kali jangan ulangi lagi”
Siiiiiallllll pperasaan ku menahan malu di anntara
pengunjung perpus tapi aku jawab dengan nada sopan “ iya ppak besok pake
sepatu”
“ silahkan taruh tasmu di almari itu”
Aku berjalan sambil menaruh task uterus menuju ruang
pengambilan kartu yang bber ada di sebelah timur ruang bapak sialan tadi . aku
mengam,bil kartuku dan cabut kembali ke kos kosan sambil teriak
jancoooooooooooooooooookkkkkkkkkkkkkk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar