12 12 2013 m shofwan zaim
Tampak dari timur matahari sedang muncul, bergegas aku
bangun dan mandi baru menuju ke kampus untuk mempresentasikan makalah saya.
Tepatnya pukul tujuh lebih duapuluh menit aku mulai mempresentasikan makalahku
yang ber judul “ridho” . saat presentasi
berjalan sebetulnya belum ada dosen, karna pak dosen lagi ngajar di kelas
perbandingan agama jadi saya sediki ada kendala untuk menjawab petanyaan yang
muncul dari teman teman. Sudah menjadi tradisi jikalau pemakalah tidak bisa menjawab
pertanyaan dari audiens langsung di
lempar pada bapak dosen. Sebenarnya saya bisa menjawab pertanyaan dari teman
teman, akan tetapai dari teman teman belum bisa percaya penuh jikalau yang
menjawab hanya saya, jadi menunggu pak dosen datang untuk mempertanyakan
pertanyaan yang sepele menurut saya. Pertanyaanya yaitu apa perbedaan dari
ridho, ikhlas, dan qonaah? Dan sudah saya jawab bahwasanya semua itu sama,
namun karna saya tidak menjawab dengan tampang serius jadinya dari teman teman
menganggap itu hanya guyonan.
Setelah bapak dosen datang dan saya tanyakan pertanyaan
tadi, ternyata jawabanya sama seperti yang aku jawab sebelumnya,,, bukan kah
itu menyebalkan?................. hoak
Karna saat itu adalah
pertemuan ter ahir mata kuliyah akhlaq tasawuf bapak dosen mau memberi ijazah
istikhoroh al qur’an. Ijazahnya istikoroh al qur’an ternyata simpel sekali dan
mudah banget, bisa di lakukan semua orang.
Gini lhoooo
caranya
Apa yang mau di istikhorohi ?
Pikirkan terlebih dahulu dilanjut
pertama badan harus suci dari hadas kecil maupun besar
kedua silahkan ambil
al qur’an ( yang tidak bisa memaknai atau mengartikan al qur’an ke dalam bahasa
indonesia, silahkan pakai al qur’an yang terjemahan okeeee) seperti saya yang gak bisa bahasa arab,
apalagi bahasa al qur’an heheheheh hop.
Ke tiga silahkan beri hadiah surah al fatihah untuk nabi
kita muhammad saw, malaikat jibril (sebagai penyampai wahyu) dan ter ahir yaitu
bos nya wali di seluruh dunia, dialah syekh abdul qodir al jaelani.
Di lanjut silah kan buka al qur’an itu dengan tidak memilih
milih, lalu tunjuk salah satu ayat yang
ada dalam halaman yang kalian buka tersebut, tujuk salah satu terus baca
ayatnya dan artinya.
Itulah jawabn dari tuhan untuk anda, mudah toooo
Kalau ada masalah yang mau di istikhorohi
Silahkan di coooobaaa
oke sob............
Kembali ke laptop, bapak dosen telah memberi ijazah tersebut
dan kini di suruhlah mahasiswa untuk mencoba mempraktek langsung.
“ siyapa yang punya masalah? Silahkan maju ke depan dan
praktekkan langsung “ kata pak dosen.
Aku yang lagi menghadapi buanyak permasalahan dalam hidup,
membaranikan diri untuk maju ke depan.
tertawalah teman teman heheheeee
saat aku di tanya pak
dosen “ apa permasalahan mu ? “ aku jawab dengan sedikit menyembunyikan segala
problema hidupku, “ permasalahan ku serin tidur pak” “ ya silahkan maju”
tanggapan pak dosen.
Aku maju dengan satu teman ku cewek yang bernama indah dia
mempunyai problem merasa bahwa dalam dirinya ada penyakit, tapi tak tau apa
jenis penyakitknya?
Aku duduk bersandingan dengan teman ku tersebut, saya
bertanya ”aku duluan atau kamu ndah?” dia menjawab “ kamu saja im”. Ya sudahlah
aku duluan . aku mulai membaca ila hadroti nabi, malaikat dan waliyullah.
setelahnya aku buka perlahan al qur’an yang aku bawa aku menunjuk salah satu
ayat dengan mata tidak melihat, lalu aku baca perlahan ayatnya dalam bahasa al
qur’an. Pak dosen menyuruhku membaca artinya ke dalam bahasa indonesia “
silahkan baca artinya ‘ kata pak dosen. Aku baca artinya dengan nada sedikit
keras dan jelas, ini bunyinya “ dia musa
ber do’a “ ya tuhanku sesungguhnya aku telah men dzalimi diriku sendiri, maka
ampunilah aku” maka dia (allah) mengampuninya. Sungguh, allah maha pengampun
lagi maha penyayang”
Waaaoowww betapa terkejutnya aku saat membaca artinya
tersebut, aku merasa aku telah men dzolimi diriku sendiri. Hebat lagi respon
dari temen temen yang tertawa terbahak bahak sambil mengejek ku hehehehehe
yang lebih sepesial pak dosen yang terkenal gak pernah
banyak tawa tersebut
waoooow sungguh luar
biyasa, pak dosen tertawa lepas hingga wajahnya memerah, itu membuatku ikutan
tertawa dan menahan rasa malu mestinya.
Melihat pak dosen yang tertawa lepas sekali teman teman
tambah tertawa lebih lepas hingga meng guncang kelas. Suasana di kelas saat itu
memeang penuh dengan tawa yang gak seperti biyasanya, kalo boleh mengatakan
sungguh sepesial banget.
Haaaahh lanjut ya
Setelah tawa tawa di kelas dan jam pun telah habis di telan
keasyikan,aku dan teman teman
melanjutkan agenda yaitu futsal di lapangan futsal golden di daerah
semarang barat yaitu tepatnya di sekitar perempatan rumah makan ayam goreng bu
suhati ke utara.
Sekian capek ngetik titik tanpa koma.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar