Senin, 23 Desember 2013

hari mata kuliyah ahlak tasawuf



12 12 2013 m shofwan zaim

Tampak dari timur matahari sedang muncul, bergegas aku bangun dan mandi baru menuju ke kampus untuk mempresentasikan makalah saya. Tepatnya pukul tujuh lebih duapuluh menit aku mulai mempresentasikan makalahku yang ber judul “ridho” .  saat presentasi berjalan sebetulnya belum ada dosen, karna pak dosen lagi ngajar di kelas perbandingan agama jadi saya sediki ada kendala untuk menjawab petanyaan yang muncul dari teman teman. Sudah menjadi tradisi jikalau pemakalah tidak bisa menjawab pertanyaan dari audiens  langsung di lempar pada bapak dosen. Sebenarnya saya bisa menjawab pertanyaan dari teman teman, akan tetapai dari teman teman belum bisa percaya penuh jikalau yang menjawab hanya saya, jadi menunggu pak dosen datang untuk mempertanyakan pertanyaan yang sepele menurut saya. Pertanyaanya yaitu apa perbedaan dari ridho, ikhlas, dan qonaah? Dan sudah saya jawab bahwasanya semua itu sama, namun karna saya tidak menjawab dengan tampang serius jadinya dari teman teman menganggap itu hanya guyonan. 
Setelah bapak dosen datang dan saya tanyakan pertanyaan tadi, ternyata jawabanya sama seperti yang aku jawab sebelumnya,,, bukan kah itu menyebalkan?................. hoak

Karna  saat itu adalah pertemuan ter ahir mata kuliyah akhlaq tasawuf bapak dosen mau memberi ijazah istikhoroh al qur’an. Ijazahnya istikoroh al qur’an ternyata simpel sekali dan mudah banget, bisa di lakukan semua orang.
 Gini lhoooo caranya 
Apa yang mau di istikhorohi ?
Pikirkan terlebih dahulu dilanjut
pertama badan harus suci dari hadas kecil maupun besar
 kedua silahkan ambil al qur’an ( yang tidak bisa memaknai atau mengartikan al qur’an ke dalam bahasa indonesia, silahkan pakai al qur’an yang terjemahan okeeee)  seperti saya yang gak bisa bahasa arab, apalagi bahasa al qur’an heheheheh hop.
Ke tiga silahkan beri hadiah surah al fatihah untuk nabi kita muhammad saw, malaikat jibril (sebagai penyampai wahyu) dan ter ahir yaitu bos nya wali di seluruh dunia, dialah syekh abdul qodir al jaelani.
Di lanjut silah kan buka al qur’an itu dengan tidak memilih milih, lalu tunjuk salah satu  ayat yang ada dalam halaman yang kalian buka tersebut, tujuk salah satu terus baca ayatnya dan artinya.
Itulah jawabn dari tuhan untuk anda, mudah toooo
Kalau ada masalah yang mau di istikhorohi
 Silahkan di coooobaaa oke  sob............
Kembali ke laptop, bapak dosen telah memberi ijazah tersebut dan kini di suruhlah mahasiswa untuk mencoba mempraktek langsung.
“ siyapa yang punya masalah? Silahkan maju ke depan dan praktekkan langsung “ kata pak dosen.
Aku yang lagi menghadapi buanyak permasalahan dalam hidup, membaranikan diri untuk maju ke depan.  tertawalah teman teman heheheeee
 saat aku di tanya pak dosen “ apa permasalahan mu ? “ aku jawab dengan sedikit menyembunyikan segala problema hidupku, “ permasalahan ku serin tidur pak” “ ya silahkan maju” tanggapan pak dosen.
Aku maju dengan satu teman ku cewek yang bernama indah dia mempunyai problem merasa bahwa dalam dirinya ada penyakit, tapi tak tau apa jenis penyakitknya?
Aku duduk bersandingan dengan teman ku tersebut, saya bertanya ”aku duluan atau kamu ndah?” dia menjawab “ kamu saja im”. Ya sudahlah aku duluan . aku mulai membaca ila hadroti nabi, malaikat dan waliyullah. setelahnya aku buka perlahan al qur’an yang aku bawa aku menunjuk salah satu ayat dengan mata tidak melihat, lalu aku baca perlahan ayatnya dalam bahasa al qur’an. Pak dosen menyuruhku membaca artinya ke dalam bahasa indonesia “ silahkan baca artinya ‘ kata pak dosen. Aku baca artinya dengan nada sedikit keras dan jelas, ini bunyinya “  dia musa ber do’a “ ya tuhanku sesungguhnya aku telah men dzalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku” maka dia (allah) mengampuninya. Sungguh, allah maha pengampun lagi maha penyayang”
Waaaoowww betapa terkejutnya aku saat membaca artinya tersebut, aku merasa aku telah men dzolimi diriku sendiri. Hebat lagi respon dari temen temen yang tertawa terbahak bahak sambil mengejek ku hehehehehe
yang lebih sepesial pak dosen yang terkenal gak pernah banyak tawa tersebut
 waoooow sungguh luar biyasa, pak dosen tertawa lepas hingga wajahnya memerah, itu membuatku ikutan tertawa dan menahan rasa malu mestinya.
Melihat pak dosen yang tertawa lepas sekali teman teman tambah tertawa lebih lepas hingga meng guncang kelas. Suasana di kelas saat itu memeang penuh dengan tawa yang gak seperti biyasanya, kalo boleh mengatakan sungguh sepesial banget.

Haaaahh lanjut ya
Setelah tawa tawa di kelas dan jam pun telah habis di telan keasyikan,aku dan teman teman  melanjutkan agenda yaitu futsal di lapangan futsal golden di daerah semarang barat yaitu tepatnya di sekitar perempatan rumah makan ayam goreng bu suhati ke utara.
Sekian capek ngetik titik tanpa koma.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar